Virus Gondongan Menyerang Waktunya Perkuat Imunitas

Penyakit Mumps yang Sedang Mewabah, sehingga ditetapkan sebagai KLB pada beberapa daerah

17 August 2024, 21:00 WIB

Oleh: Admin

Penyakit gondongan (dalam bahasa sunda gondongeun) atau mumps adalah penyakit yang menyerang kelenjar parotis atau kelenjar penghasil air liur disekitar leher/rahang yang disebabkan oleh virus bernama paramyxoviruses. 

Paramyxoviruses menyebar lewat udara bersama dengan droplet dari air liur seseorang yang terinfeksi (dengan kata lain, penyakit ini bisa menular), mirip seperti penularan pada keluhan batuk flu atau covid. Penularan bisa juga terjadi secara tidak langsung, seperti lewat gelasa atau alat makan yang dipakai bersama, contoh saat batuk atau bersin, air liur penderita yang terinfeksi akan menempel pada meja atau pada alat makan setelah digunakan, maka bila orang sehat kontak dengan benda-benda tadi, kemungkinan penularan bisa terjadi.

Virus gondongan akan masuk ke saluran napas melalui mulut, hidung atau  tenggorokan. Lalu akan bergerak menuju kelenjar parotis di sekitaran leher dan rahang atas dekat telinga. Virus akan menetap, berkembang biak dan berinkubasi selama 2 sampai 3 minggu. Proses perkembang biakan virus dan peradangan kelenjar akan memicu sensasi rasa nyeri, demam dan pembengkakan.

Beberapa bulan terakhir, kasus gondongan makin banyak bermunculan, setidaknya di daerah Jakarta, Tanggerang, Surabaya, Bandung dan Sumedang.  Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperlihatkan ada 1.234 kasus gondongan pada periode Januari - Juni 2024, dibandingkan tahun sebelumnya terdapat 876 kasus. Dari sumber lisan tertentu, dalam rapat evaluasi kolaborasi puskesmas dan faskes di sumedang, Dinkes Sumedang menyebutkan bahwa telah terjadi lonjakan kasus mumps di RSUD dan bisa dibilang sebagai kasus KLB.

Gondongan umumnya menyerang anak-anak, namun tidak mustahil juga menyerang orang dewasa. Penyakit ini ditandai dengan gejala berupa:

  •  Bengkak pada kelenjar parotis, yaitu disekitar telinga bawah, rahang dan leher.
  •  Demam
  •  Nyeri kepala dan nyeri otot
  •  Hingga kelelahan

Pada hari ke 16 hingga 18 setelah terinfeksi paramyxovirus, gejala-gejala tersebut akan mulai dirasa. Setiap orang bisa mengalami gejala-gejala yang berbeda, mulai dari tingkat ringan hingga berat. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah gangguan pada pendengaran dan infeksi otak.

Gondongan atau mumps termasuk kedalam penyakit yang mudah menular. Penyakit ini umumnya hanya menyerang 1x seumur hidup, itu karena orang yang sudah terinfeksi akan langsung membentuk antibodi dan memiliki neutralizing antibody (NAb) yang akan disimpan dalam tubuh, sehingga ketika vitus mumps dating kembali, antibodi ini akan mengingatnya dan menetralisirnya. Sehingga beberapa orang yang rentan terkena virus gondongan umumnya adalah anak-anak yang imunitas nya rendah. Orang dewasa pun bisa terinfeksi bila imunitasnya sedang rendah dan belum pernah terpajan virus sebelumnya. 

Bila anda dirasa mengalami gejala-gejala gondongan tersebut, maka hal-hal yang sebaiknya dilakukan antara lain: 

  •  Istirahat di rumah
  •  Mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meredakan rasa sakit (contoh: ibuprofen atau paracetamol)
  •  Minum banyak air mineral
  •  Melakukan kompres hangat atau kompres dingin pada area yang bengkak untuk meredakan nyeri
  •  Mengonsumsi makanan yang tidak perlu terlalu banyak dikunyah (contoh: sup, bubur, oatmeal, telur, dan lain-lain

Bila belum membaik dalam 1-2 hari, konsultasikan kepada dokter anda untuk pengobatan selanjutnya. 

Upaya pencegahan penyakit mumps pada saat ini menjadi sangat penting karena tingginya resiko paparan paramyxovirus yang bisa menyebar lewat udara. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan antara lain:

  •  Perkuat imunitas dengan makan-makanan yang baik, minum suplemen vitamin bila diperlukan.
  •  Sirkulasi udara di rumah harus baik.
  •  Lakukan isolasi mandiri
  •  Rutin cuci tangan
  •  Memakai masker di kerumunan

Stay healthy ya guys..!

Sumber bacaan: - Mitrakeluarga.com - Liputan6.com - Halodoc.com Sumber gambar: - siloamhospitals.com


tag: eltigip, imunitas, mumps, gondongan